Lion Air, Apakah Aku Beruntung?

Siapa tak kenal Lion Air? Perusahaan yang dioperasikan sejak Juni 2000 ini sekarang mengoperasikan pesawat Boeing 737-900ER, Boeing 737-800NG, Boeing 747-400, dan pesawat Airbus A330-300. Mengutip laman Lion Air, sebanyak 71 unit pesawat Boeing 737-900ER didesain kapasitas 215 kursi masing-masing pesawat, 32 unit pesawat Boeing 737-800NG konfigurasi kelas tunggal dengan kapasitas penumpang sebanyak 189 orang, dua unit pesawat Boeing 747-400 dengan kapasitas 506 penumpang serta tiga unit pesawat Airbus A330-300 dengan 440 orang.

Tahun 2005-2013, aku adalah orang yang anti-Lion Air. Dalam kurun waktu itu, hanya tiga maskapai yang mau aku tumpangi, yaitu Garuda Indonesia, Citilink, dan Air Asia. Jika perusahaan meminta aku pergi dengan pesawat murah, pilihan aku hanya Citilink atau Air Asia. Hanya sekali aku naik Lion Air, setelah itu aku selalu menolak jika ditawari pakai Lion Air. Lanjutkan membaca

Ditulis pada Umum | Tag , , | Tinggalkan komentar

Taksi dan Angkutan Sewa, seperti Apa?

Chevrolet Spin abu-abu menghampiriku pagi itu. Sopirnya lelaki muda. Dari penampilannya, kutaksir ia masih kuliah. “Saya mahasiswa. Baru saja yudisium,” katanya ketika kutanya pekerjaannya sehari-hari. Sejak ada Uber, dia tergabung di sana.

“Apa nggak ganggu kuliahnya?” tanyaku. Dia tertawa. “Syukur enggak. Saya atur waktu saja. Kalau lagi kosong, saya ambil penumpang,” tuturnya. Awalnya, ia minta izin dulu sama orangtua. Kemudian orangtuanya melihat ia bisa membagi waktu, ia pun diizinkan. “Banyak juga sih teman saya yang aktif di Uber, akhirnya keenakan dapat duit sendiri, skripsi nggak kelar-kelar sampai sekarang,” katanya sembari tertawa. Menurutnya, dengan adanya Uber, ia bisa mendapatkan uang sendiri. Nggak minta sama orangtua samasekali setelah itu? “Ya minta kalau mau ke kampus. Tapi setelah itu tetap narik Uber lagi sih,” imbuhnya sembari tertawa lebar. Lanjutkan membaca

Ditulis pada Umum | Tag , , , | Tinggalkan komentar

Jangan Rusak Resumemu

Anda pekerja? Jika ya, bersyukurlah, Anda masih punya pekerjaan. Masih banyak lho orang-orang di luar sana nggak punya pekerjaan. Tetapi, bagaimana kondisi Anda saat ini di perusahaan? “Aduh, aku sebenarnya pengen banget resign tapi belum dapat pekerjaan baru. Jadi ya kerja aja terus di sini.” Oh, oke. Banyak kok pekerja yang seperti itu.
Berbagai faktor di perusahaan bikin pekerja nggak betah bekerja. Ada yang karena atasannya nggak bisa berelasi dengan baik bawahan, ada yang karena nggak puas sama gajinya, ada yang nggak nyaman dengan lingkungan kerjanya, ada yang merasa hubungan dengan rekan kerja nggak bagus, bahkan ada yang memang nggak suka dengan pekerjaannya. Nah, Anda termasuk yang mana? Lanjutkan membaca

Ditulis pada Umum | Tag | Tinggalkan komentar

Surat untuk Anakku

Semalam mama berpikir, mama sudah melakukan kesalahan. Kesalahan utama mama adalah mengarahkan Ama sekolah di Jombang. Kesalahan berikutnya, menyerahkan keputusan memilih SMA itu pada anak yang baru tamat SMP.

Mama belum menghitung, permintaan pindah sekolah ini sudah berapa kali diutarakan Ama. Mungkin lima atau enam kali? Belum tahu. Lanjutkan membaca

Ditulis pada Personal | Tag | 1 Komentar

Menakar Kelayakan Menerbitkan Koran

Saya tak habis berpikir, saat situasi seperti ini, masih banyak saja media baru lahir. Tujuannya sudah pasti sih, dapat untung. Tapi apa iya semudah itu bisa untung?

Karena saya lebih banyak pengalaman di media cetak, saya pakai asumsi membuat media cetak saja. Kalau mau membahas apakah sebuah media bisa untung, kita bisa mengevaluasinya dari laporan rugi laba perusahaan. Nah, dari laporan rugi laba itu juga kita bisa membuat anggaran keuangan perusahaan. Mau laba atau rugi? Lanjutkan membaca

Ditulis pada Media | Tag , | 2 Komentar

Memahami Polis

Kejadian ini dialami saudara ipar sepupuku. Saat suaminya mengikuti program asuransi pendidikan “Beasiswa Berencana” di Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912, ia keberatan. “Uang kita tak cukup untuk membayar asuransi,” katanya. Si suami tak peduli. Biaya pendidikan dari tahun ke tahun bukannya kian murah tetapi malah makin mahal. Ia lebih rela menyisihkan hampir Rp 200 ribu per bulan daripada uang itu digunakan untuk membeli makanan cepat saji tiap minggu yang pasti harganya lebih mahal dan tak ada sisanya. Lanjutkan membaca

Ditulis pada Pendidikan, Umum | Tinggalkan komentar

“Jaminan Kepastian” di Tengah Ketidakpastian

Sebulan sebelum kematiannya, aku bertemu dengannya. Pak Jagat, begitu aku memanggilnya. Dia adalah klienku saat aku bekerja di perusahaan asuransi di divisi bancassurance. Pertemuan kami kali itu, lagi-lagi untuk membicarakan program asuransi untuknya. Lanjutkan membaca

Ditulis pada Umum | Tinggalkan komentar

Keterampilan Menjual

Tidak ada seseorang yang dilahirkan dengan bakat wiraniaga atau lainnya. Tiap orang harus membentuk dirinya sendiri menurut gambaran yang diinginkannya.  Lanjutkan membaca

Ditulis pada Umum | 4 Komentar

Adversity Quotient, Kemampuan Mengatasi Kesulitan

Hamil Tiga Bulan, Ibu Muda Gantung Diri. Begitu salah satu berita harian warga kota, Denpost, Senin, 28/3. Dugaan penyebab kenekadan wanita muda itu karena kesulitan ekonomi yang membelenggunya. Tak cuma Ni Wayan Diah, begitu namanya, yang melakukan aksi nekad. Belakangan, makin banyak berita yang mengabarkan, pria dan wanita dari seluruh golongan usia memilih untuk mengakhiri hidup karena tak tahan dengan berbagai tekanan. Tak hanya di Bali. Di beberapa daerah di Indonesia, masalah ini merebak. Beberapa siswa SD juga dikabarkan melakukan aksi serupa karena malu sekolah akibat orangtua tak bisa membayar SPP. Lanjutkan membaca

Ditulis pada Umum | Tinggalkan komentar

Representasi Perempuan dalam Media

Realitas media di Indonesia menunjukkan adanya bias gender dalam representasi perempuan dalam media, baik media cetak maupun elektronik. Berbagai bentuk ketidakadilan gender seperti marjinalisasi, subordinasi, stereotipe atau label negatif, beban kerja, kekerasan dan sosialisasi keyakinan gender terlihat. Lanjutkan membaca

Ditulis pada Gender | 3 Komentar