Kategori
Umum

Taksi dan Angkutan Sewa, seperti Apa?

Chevrolet Spin abu-abu menghampiriku pagi itu. Sopirnya lelaki muda. Dari penampilannya, kutaksir ia masih kuliah. “Saya mahasiswa. Baru saja yudisium,” katanya ketika kutanya pekerjaannya sehari-hari. Sejak ada Uber, dia tergabung di sana.

“Apa nggak ganggu kuliahnya?” tanyaku. Dia tertawa. “Syukur enggak. Saya atur waktu saja. Kalau lagi kosong, saya ambil penumpang,” tuturnya. Awalnya, ia minta izin dulu sama orangtua. Kemudian orangtuanya melihat ia bisa membagi waktu, ia pun diizinkan. “Banyak juga sih teman saya yang aktif di Uber, akhirnya keenakan dapat duit sendiri, skripsi nggak kelar-kelar sampai sekarang,” katanya sembari tertawa. Menurutnya, dengan adanya Uber, ia bisa mendapatkan uang sendiri. Nggak minta sama orangtua samasekali setelah itu? “Ya minta kalau mau ke kampus. Tapi setelah itu tetap narik Uber lagi sih,” imbuhnya sembari tertawa lebar.